Tuesday, July 01, 2014

Mengenali Bakat si Kecil Sejak Dini

Hai, Bunda. Bagaimana kabar Bunda? Bagaimana pula kabar Sobat Milku? Apakah selama ini Bunda telah menggali bakat terpendam mereka dan mengarahkannya dengan tepat?

Pembahasan mengenai bakat anak memang tidak ada habisnya. Selain karena anak berpotensi untuk menjadi excellent di banyak bidang, pengamatan yang kurang cermat juga membuat orangtua terkadang tidak tahu apa yang menjadi kekuatan terbesar dalam diri anak. Kabar baiknya, dengan sedikit tips dan trik yang akan kita bahas sama-sama kali ini, Bunda bisa mengetahui apa sih sebenarnya bakat terpendam yang Sobat Milku miliki. Dengan demikian, Sobat Milku-pun bisa menentukan fokusnya lebih awal.

Tiga hal di bawah ini adalah "kunci" untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi bakat anak.

Observasi dalam kegiatan sehari-hari
Menurut psikolog Katarina Ira Puspita, M.Psi., cara mengetahui bakat anak adalah melihat hal-hal kecil yang ia lakukan sehari-hari. Dalam berbagai permainan dan pergaulan anak, hendaknya Bunda memperhatikan apa yang menjadi kelebihan atau aspek yang menonjol dari anak. Setelah Bunda melihat dan memahami, Bunda bisa berkomunikasi dengan anak untuk mengembangkan bakatnya. Misalnya, kalau anak hebat dalam permainan ketangkasan, mungkin Bunda bisa mendaftarkan mereka ke klub olahraga.

Lingkungan adalah segalanya
Anak yang tidak berkembang di satu lingkungan bukan berarti tidak dapat berkembang di lingkungan lain. Jika Bunda memiliki waktu, ada baiknya Bunda mengajak Sobat Milku untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan luar rumah. Intinya, mencari lingkungan baru adalah cara untuk menyegarkan anak. Mungkin saja di bidang lain di lingkungan lain, bakat anak baru akan jelas terlihat.

Tes ilmiah
Setelah melalui berbagai observasi dan mencoba berbagai lingkungan, Bunda boleh saja mengikutsertakan Sobat Milku dalam tes bakat ilmiah di lembaga tertentu. Biasanya, tes bakat semacam ini melihat bakat anak melalui tulisan tangan dan sidik jari. Meskipun hasilnya mendekati akurat, tetapi Bunda perlu meyakini bahwa hanya anaklah yang tahu apa yang sebenarnya ingin mereka kembangkan dalam kehidupan.

Illustrasi : Shutterstock.com
Inspirasi : http://goo.gl/sHqhf6