Wednesday, February 10, 2016

Kata yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak Ketika Anda Marah

Perkataan yang telah diucapkan tidak akan bisa ditarik kembali. Oleh karena itu sebagai orang tua, kita harus lebih memperhatikan perkataan kita di depan anak-anak. Namun, orang tua sering kali hilang kesabaran ketika menghadapi kenakalan anak dan memarahinya. Sah-sah saja jika ingin bersikap tegas kepada anak, tetapi semarah apapun orang tua, sangatlah tidak layak jika mengatakan hal-hal berikut di depan si kecil :

1. “Aduh, kamu itu kok ________ sih.”
Sebagai orang tua kita sering sekali menyebutkan anak kita nakal, malas, ceroboh dan kata – kata negatif lainnya. Tahukah Anda jika kata tersebut sering kita ucapkan kepada anak, maka alam bawa sadar mereka akan merekam dan melabeli diri mereka menjadi nakal, malas dan sebagainya. Hal ini membuat si anak susah untuk berubah dan beberapa anak akan merasa nyaman dengan sifat mereka yang nakal.

2. “Ini semua salahmu!”
Sering kali saat seorang anak melakukan kesahalan, kita akan menumpahkan seluruh kesalahan padanya. Padahal anak-anak sangat membutuhkan arahan dan bimbingan dari kedua orangtuanya terutama karena mereka lagi berada di tahap rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan menumpahkan seluruh kesalahan kepada diri si anak, maka dia menjadi tidak percaya diri dan tidak bisa mengeksplor dunianya.

3. “Kenapa kamu tidak bisa sama seperti orang lain?”
Membandingkan anak Anda dengan saudara atau temannya adalah hal yang harus dihindari. Selain dapat memicu persaingan antara saudara atau teman si anak, si anak mungkin saja akan merasa orang tua lebih suka dengan orang lain, sehingga dia akan kehilangan rasa percaya diri terhadap orangtua. Perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Bantu anak untuk melihat keistimewaan mereka dengan berfokus pada masing-masing individu tanpa menggunakan perbandingan.


4. “Kami tidak pernah mengharapkanmu”
Semarah apapun Bunda kepada si kecil, jangan pernah sekalipun mengucapkan kata-kata ini kepadanya. Kalimat ini akan sangat menyakitkan bagi si anak maupun orang lain yang mendengarnya. Bersikaplah sebagai orangtua yang bertanggung jawab dengan mengasuh dan mendidik anak dengan baik, bukannya menyalahkannya karena mereka lahir ke dunia. 

Anak adalah sebuah anugerah. Sebagai orang tua, Anda dituntut untuk mampu mengendalikan emosi Anda. Kedewasaan Anda dalam hal ini sedang diuji. Cara Anda mendidik mereka menentukan kualitas Anda sebagai orang tuanya, dan kesalahan Anda dalam mendidik merekalah yang justru dapat menghancurkan masa depannya. Maka berikanlah hal positif kepadanya agar dia tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik.