Monday, December 1, 2014

Mengurangi Kebiasaan Jajan si Kecil

Saat pulang sekolah, ternyata kotak makanan yang Bunda sediakan tadi pagi masih penuh makanan. Saat ditanya, si Kecil malah menjawab, "Iya, Ma. Tadi Adek jajan di sekolah."

Skenario semacam ini cukup sering terjadi. Bunda yang sudah mengorbankan waktu untuk menyiapkan bekal malah kecewa karena bekalnya tidak dinikmati. Setelah diusut, yang jadi biang keladi hal ini adalah "jajan". Di usia sekolah, ketika anak sudah punya uang saku sendiri, mereka memang sangat rentan untuk membeli makanan di kantin atau di luar sekolah meskipun belum tentu makanannya bersih. Menghadapi hal ini, ada beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan.

Membatasi Uang Jajan Anak
Ada baiknya agar Bunda memberikan uang jajan secukupnya saja untuk anak. Memberikan uang jajan terlalu berlebih akan membuat anak cenderung boros. Sembari memberikan uang jajan, Bunda juga bisa berpesan, “Uang jajannya hanya boleh digunakan kalau makanan yang Bunda bawakan sudah habis dimakan, ya.”

Pentingnya Sarapan Pagi
Untuk pertimbangan apapun, sarapan pagi sangat baik untuk kesehatan dan perilaku jajan anak. Dengan sarapan, anak tidak akan kelaparan dan cenderung bisa menahan keinginannya untuk jajan di sekolah.

No Pain, No Gain
Solusi untuk menghindarkan anak dari jajan sembarangan tidak semudah menghentikan pemberian uang jajan kepada mereka. Bunda bisa saja mengajak si Kecil untuk menabung atau mengumpulkan uang jajan demi tujuan yang lebih besar. Misalnya, anak sedang ingin video game atau mainan baru. Bunda sebaiknya meminta mereka menabung agar barang impiannya bisa terbeli. Dengan begitu, anak akan berpikir dua kali sebelum jajan sembarangan di sekolah.

Bekal dengan Menu Favorit
Saat Bunda merasa anak sudah terlalu banyak jajan di sekolah, ada baiknya Bunda membawakan bekal berisi makanan favorit anak. Meskipun lama-lama anak akan bosan, tetapi setidaknya langkah ini bisa diambil untuk mengerem sementara kebiasaan jajan anak.

Komunikasi adalah yang Terpenting
Langkah terakhir yang dapat Bunda ambil adalah memberikan pengertian kepada anak bahwa jajanan di sekolah itu tidak selalu sehat. Berikanlah ilustrasi dari akibat atau risiko yang mungkin terjadi kalau anak jajan sembarangan. Ini dilakukan bukan dalam konteks menakut-nakuti anak, melainkan menanamkan pemahaman yang benar bahwa makanan dari rumah juga tidak kalah menariknya dibandingkan jajanan di sekolah.

Illustrasi : Shutterstock.com
Inspirasi : http://goo.gl/TAFDfG