Thursday, June 12, 2014

Mengenal Lemak Baik dan Lemak Jahat

Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda saat mendengar kata lemak? Kegemukan? Ataukah potensi terserang penyakit? Well, lemak tidak selamanya berdampak "jahat" terhadap kesehatan. Ada pula lemak "baik" yang bermanfaat sebagai sumber energi, pelindung organ, dan penghangat bagi tubuh. Untuk itulah, mari bersama-sama kita mengenal jenis-jenis lemak dan makanan yang mengikutinya.

Lemak Baik
Menurut dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK. dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang dimaksud dengan lemak baik adalah lemak tak jenuh (HDL—High Density Lipoprotein). Lemak ini berfungsi untuk membantu sirkulasi dalam tubuh serta menjaga pembuluh darah bersih dari timbunan zat yang menyebabkan penyempitan. Dengan demikian, lemak baik juga membantu tubuh menurunkan kadar kolesterol jahat. Beberapa sumber makanan yang mengandung lemak baik adalah alpukat, kacang merah, kacang tanah, minyak zaitun, minyak kelapa murni, dan ikan salmon.

Lemak Jahat
Apa yang dikategorikan sebagai lemak jahat sebenarnya adalah lemak jenuh (LDL—Low Density Lipoprotein) dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini berpotensi mengambang dalam darah dan menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sumber lemak jenuh antara lain dapat ditemukan pada santan, mentega, dan daging merah.

Sementara itu, sebagaimana dilansir oleh Magforwomen, beberapa sumber makanan yang mengandung lemak trans adalah tepung kue instan, kentang goreng, kue beku, dan kue pie. Selain itu, jika label komposisi makanan cepat saji yang Anda temui di supermarket mengandung kata-kata "dehidrogenasi", "hidrogenasi parsial" atau "shortening", itu tandanya terdapat lemak trans di dalamnya.

Di atas semuanya, lemak bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Lemak dapat berdampak baik bagi tubuh selama tidak berlebihan. Jadi. Jangan khawatir memakan makanan berlemak. Mengetahui kandungan lemak dalam setiap makanan akan membuat kita lebih bijak dalam menentukan porsi dan frekuensi memakannya. Intinya, hidup sehat dapat dimulai dengan pengetahuan yang benar tentang makanan.

Illustrasi : Shutterstock.com
Inspirasi : http://goo.gl/wMv9Q3