Wednesday, February 03, 2016

6 Langkah Membangun Komunikasi Yang Baik Dengan Anak

Erat atau tidaknya hubungan sebuah keluarga dapat dinilai dari bagaimana sebuah keluarga berkomunikasi. Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Anak-anak yang dibesarkan dengan dukungan akan menjadi makhluk sosial yang bertanggung jawab dan lebih percaya diri. Namun tidak semua orang tua memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan anaknya. Ini dia beberapa prinsip dasar yang perlu diketahui oleh orang tua agar memiliki komunikasi yang baik dengan si buah hati :

1. Dengarkan si anak
Jika kita terlihat antusias dan mau mendengarkan si anak, maka anak akan merasa senang dan diterima. Perlihatkan kepada mereka bahwa Anda tertarik untuk mengetahui tentang mereka. Tanyakan apa yang terjadi di sekolah dan jangan beralih ke hal yang lain saat si anak sedang bercerita.

2. Berbicara dengan si anak
Berhenti sejenak dari segala aktivitas seperti menonton tv atau telepon ketika sedang berbicara dengan si anak. Berbicara dan fokuslah kepada si anak. Bunda bisa menanyakan tentang apa saja mulai dari kartun, permainan atau cerita favorit mereka. Mengajak si anak berbicara secara rutin akan membuat si anak jadi terbiasa untuk selalu berkomunikasi dengan orangtuanya.

3. Berikan si anak waktu untuk merespon
Anak-anak mungkin memerlukan beberapa saat untuk memproses dan memahami apa yang Bunda katakan. Bersikaplah sabar dan jelaskan secara perlahan kepada si anak agar dia bisa mengerti. Berikan waktu pada si anak untuk merespon perkataan Anda.

4. Merespon anak dengan tenang
Seringkali anak tidak mau terbuka dengan orangtua karena merasa selalu dimarahi setiap kali bercerita. Hal ini akan membuat si anak takut untuk bercerita sehingga mereka menutup diri dari orangtua. Dengarkan cerita si anak sampai dia selesai, baru memberi tanggapan. Tanggapilah dengan tenang, meskipun si anak melakukan kesalahan sekali pun. Nasihati dan jelaskan kepadanya bahwa hal yang dia lakukan adalah tidak benar.

5. Memberikan pujian
Berikanlah pujian kepada si anak jika dia meraih prestasi. Si anak akan merasa senang dan berusaha untuk menjadi yang terbaik agar dipuji dan dibanggakan lagi oleh orangtuanya.

6. Menghibur mereka
Tidak selamanya si anak merasa bahagia, terkadang mereka juga mengalami masalah di sekolahnya. Ketika melihat si anak sedih, tanyakan apa yang terjadi. Hibur dan berilah nasihat kepada si anak. Dengan begini si anak akan terbiasa dari kecil untuk selalu menceritakan masalahnya kepada orangtua. 

Bersikaplah seperti sahabat bagi si anak, jauhkan pikiran bahwa menjadi orang tua berarti memiliki hak sepenuhnya untuk mengatur si anak. Anak yang sudah dibiasakan terbuka kepada orangtua sejak kecil biasanya akan tumbuh menjadi anak yang baik kedepannya.